Dikatakan Islam Tidak Menghargai Wanita, Inilah Jawaban Super Seorang Syaikh

Syaikh Nashir Al-UmarAkhir-akhir ini kita banyak jumpai hampir setiap yang ada dalam Islam dikritik habis-habisan, terutama oleh dunia Barat (Amerika) dengan pahamnya dan anak ideologis dari paham ini. Salah satunya mereka menganggap bahwa Islam tidak memuliakan wanita atau wanita tidak dimuliakan dalam Islam,wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin, dalam warisan mendapat bagian setengah dari bagian laki-laki, dan sebagainya. Apalagi akhir-akhir ini di Arab Saudi ada kebijakan bahwa wanita tidak dibolehkan menyetir mobil. Ini dalam anggapan mereka adalah bentuk ketidakadilan dan sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini mereka pahami, yang menjunjung tinggi kebebasan, sehingga laki-laki dan wanita diperlakukan sama, harus adil. Sehingga dengan bangga menganggap bahwa merekalah yang lebih unggul daripada Islam. Hanya sekedar anggapan. Benarkah demikian?

Dalam sebuah seminar bertema “Kesepakatan dan Muktamar Wanita Internasional dan Dampaknya terhadap Dunia Islam,” Syaikh Nashir Al-Umar dalam kesempatannya sebagai pembicara memberikan berbagai argumen yang menjadi pukulan telak bagi Amerika dan umumnya dunia Barat. Dalam acara itu beliau menyindir bahwa Negara Barat sibuk membicarakan urusan internal kaum Muslimin. Berikut adalah petikan pembicaraannya dalam seminar itu:

Negara-negara Barat yang mengaku paling menjunjung tinggi kebebasan (demokratis) sekarang mencampuri urusan khusus internal kita. Jika Amerika benar-benar jujur dengan dirinya dalam hal kebebasan, mestinya mereka membiarkan kita dengan kebebasan (prinsip) kita.

Seorang wartawan Amerika datang dan bertanya pada saya: “Bagaimana perihal tidak masuknya kaum wanita ke parlemen, dan bagaimana perihal wanita yang tidak diperkenankan menyetir mobil (di Saudi)?”

Maka saya jawab: Pertama, apakah kaum wanita kami mengadu kepada Anda? Sehingga Anda mencampuri urusan kami? Mengapa Anda (lancang) mencampuri urusan kami? Itu pertanyaan pertama.

Kedua, saya tanya pada Anda: “Bukankan presiden Amerika ketika masih muda menyetir mobil sendiri?”

Dia jawab: “Ya betul.”

“Lalu ketika menjadi gubernur negara bagian juga kadang masih menyetir mobil sendiri?”

Dia jawab: “Ya.”

“Tetapi setelah menjadi presiden Amerika apakah sang presiden menyetir mobil sendiri?”

Dia jawab: “Tidak.”

Saya Tanya: “Mengapa?”

Dia jawab: “Sebagai bentuk penghormatan dan penjagaan kami padanya.”

Maka saya katakan padanya: “(Itulah yang kami lakukan pada kaum wanita kami), kami menyopiri wanita kami sebagai bentuk penjagaan dan penghormatan kepada kaum wanita kami. Saya menyopiri saudara perempuan, istri dan anak-anak perempuan saya. Kemudian realita jika kami dalam perjalanan, jika saya kembali ke KSA (King Saudi Arabia) dengan pesawat dan wanita bersama kami, apa yang terjadi? Laki-lakilah yang melayani wanita. Dialah yang mendampingi mereka, dia yang menjaganya dan melayaninya serta membawakan tasnya.

Dalam realitas kehidupan kami, jika safar–tanpa melebih lebihkan–sekitar 70-80% kamilah yang melayani keperluan para istri kami; dalam menyetir mobil, keperluan di hotel, mencari hotel, bahkan dalam haji kamilah yang memasak dan mereka tinggal memakannya. Itu adalah fakta yang diketahui semua orang, dan sesungguhnya ini adalah bentuk khidmah (pelayanan) kami kepada kaum wanita.

Lalu saya meledek wartawan Amerika itu: “Anda bilang Amerika paling menghormati wanita dan mempertanyakan bahwa wanita dikalangan kami tidak ikut ke parlemen, sejak kapan Amerika merdeka?”

Dia jawab: “lebih dari 200 tahun.”

Saya katakan: “Kalau begitu tunjukkan kepada saya satu saja presiden Amerika yang wanita.”

Dia jawab: “Tidak ada satu pun.”

Saya bilang: “Kalau tidak ada, wakil presiden yang wanita?”

Dia jawab: “Tidak ada juga.”

Saya bilang padanya: “Kalian itu sebenarnya pendusta. Beritahukan pada saya, dalam sejarah kongres (sejak dulu sampai sekarang) kapan ada masa dimana jumlah wanita sama dengan jumlah laki-laki?”

Dia jawab: “Belum pernah ada sekalipun.”

“Kalian Cuma memasukkan beberapa wanita saja (ke parlemen) terus mentertawakan kami?”

***

Ya, itulah Amerika (Barat), unik. Punya tradisi omdo (omong doang). Sibuk mencampuri urusan internal orang lain, ngakunya demokratis.

*Petikan pembicaraan Syaikh Nashir Al-Umari ini saya dapatkan dari sebuah halaman FB, ada juga di yotube, yang kemudian banyak diposting.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s