SYARAT MENJADI SEORANG KHALIFAH

muslim urban army

BAG II

KHALIFAH itu  adalah pemimpin  tertinggi  umat Islam,  bukan  hanya  pemimpin  kelompok  atau  jama’ah umat Islam tertentu dan bertanggung  jawab  atas  tegaknya ajaran Islam dan urusan duniawi umat Islam, maka para ulama’, baik Salaf (generasi awal Islam) maupun Khalaf  (generasi  setelahnya) telah menyepakati bahwa seorang Khalifah itu harus memiliki syarat atau kriteria yang sangat ketat.

Syarat atau kriteria yang mereka  jelaskan  itu  berdasarkan  petunjuk Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah dan  juga  praktek  sebagian  sahabat, khusunya  Khulafaurrasyidin  setelah Rasul  SAW  yakni  Abu  Bakar,  Umar, Utsman, dan Ali ra.

Menurut  Syekh  Muhammad  Al-Hasan Addud Asy-Syangqiti, paling  tidak ada  sepuluh  syarat  atau  kriteria  yang harus  terpenuhi oleh seorang Khalifah:

  1. Muslim, tidak sah jika ia kafir, munafik,  atau  diragukan  kebersihan aqidahnya.
  2. Laki-laki,  tidak  sah  jika  perempuan,  karena  Rasulullah  SAW  bersabda, “Tidak  akan  sukses  suatu  kaum  jika mereka  menjadikan  wanita  sebagai pemimpin”.
  3. Merdeka, tidak sah  jika  ia budak, karena  ia harus memimpin dirinya dan orang lain. Sedangkan budak tidak bebas memimpin  dirinya,  apalagi  memimpin orang  lain.
  4. Dewasa,  tidak sah  jika anak-anak, karena  anak-anak  itu  belum  mampu memahami dan memenej permasalahan.
  5. Mujtahid,  orang yang bodoh  atau  berilmu  karena ikut-ikutan (taklid), tidak sah kepemimpinannya  seperti yang  dijelaskan  Ibnu  Hazm, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abdil Bar  bahwa  telah  ada  ijmak (konsensus)  para  ulama’,  bahwa  tidak sah kepemimpinan tertinggi umat Islam jika  tidak  sampai  derajat  Mujtahid tentang  Islam.
  6. Adil, tidak sah  jika  ia dzhalim dan fasik, karena Allah l menjelaskan kepada  Nabi  Ibrahim  bahwa  janji  kepemimpinan  umat  itu  tidak  (sah)  bagi orang-orang yang dzhalim.
  7. Profesional  (amanah dan kuat). Khilafah  itu  bukan  tujuan,  akan  tetapi sarana  untuk  mencapai  tujuan-tujuan yang  disyari’atkan  seperti menegakkan keadilan,  menolong  orang-orang  yang didzhalimi, memakmurkan bumi, memerangi  kamu  kafir,  khususnya  yang memerangi umat Islam dan berbagai tugas besar lainnya. Orang yang tidak mampu dan  tidak  kuat  mengemban  amanah tersebut  tidak  boleh  diangkat  menjadi Khalifah. Sebab itu Imam Ibnu Badran menjelaskan  bahwa,  pemimpin-pemimpin Muslim di negeri-negeri Islam yang  menerapkan  sistem  kafir  atau Musyrik,  tidaklah dianggap  sebagai pemimpin umat Islam karena mereka tidak mampu memerangi musuh-musuh Islam dan  tidak  pula  mampu  menegakkan Syari’at Islam dan bahkan tidak mampu melindungi orang-orang yang didzhalimi dan  seterusnya, kendatipun mereka secara  formal  memegang  kendali  kekuasaan seperti raja atau presiden. Lalu Ibnu Badran menjelaskan:Mana mungkin orang-orang yang seperi itu  menjadi  Khalifah,  sedangkan  mereka  dalam tekanan  Thagut  (Sistem  Jahiliyah)  dalam  semua  aspek kehidupan? Sedangkan  para  pemimpin  gerakan  dakwah  yang  ada  sekarang  hanya  sebatas pemimipin kelompok-kelompok atau  jama’ah-jama’ah umat Islam, tidak sebagai pemimpin tertinggi umat Islam  yang  mengharuskan  taat  fil  masyat  wal makrah  (dalam  situasi  mudah  dan  situasi  sulit), kendati digelari dengan Khalifah.
  8.  Sehat  Penglihatan,  pendengaran,  dan lidahnya serta  tidak  lemah  fisiknya. Orang yang cacat fisik atau  lemah  fisik tidak sah kepemimipinannya, karena bagaimana mungkin orang seperti itu mampu menjalankan  tugas besar untuk kemaslahatan agama dan  umatnya?  Untuk  dirinya  saja  memerlukan bantuan orang  lain.
  9. Pemberani,  orang-orang  pengecut  tidak sah  jadi Khalifah. Bagaiman mungkin orang pengecut itu memiliki  rasa  tanggung  jawab  terhadap  agama Allah  dan  urusan  Islam  dan  umat  Islam?  Ini  yang dijelaskan  oleh  Umar  Ibnul  Khattab  saat  beliau berhaji:  Dulu  aku  adalah  pengembala  unta  bagi Khattab (ayahnya) di Dhajnan. Jika aku lambat aku dipukuli,  ia  berkata:  anda  telah  menelantarkan (unta-unta)  itu. Jika aku  tergesa-gesa  ia pukul aku dan  berkata:  anda  tidak menjaganya  dengan  baik.Sekarang aku telah bebas, merdeka dipagi dan sore hari. Tak ada lagi seorang pun yang aku takuti selain Allah. Dari Suku Quraisy, yakni dari suku Fihir bin Malik,  bin Nadhir,  bin Kinanah,  bin Khuza’ah.
  10. Para ulama‘  sepakat,  syarat  ini hanya berlaku  jika memenuhi  syarat-syarat  sebelumnya.  Jika  tidak terpenuhi,  maka  siapapu  diantara  umat  ini  yang memenuhi persyaratan, maka ia adalah yang paling berhak menjadi Khalifah.(A.Rafsanjani/luqmanhamzah.wordpress.com).
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s