Jika esok tak ada mentari !

Setiap kali dirimu terbangun dari tidur mu

yang terucap hanya kalimat syukur

Karna Allah masih mengizinkanmu menatap fajar

Merasakan hembusan bayu pagi yang menyusup celah jendela

Tak ada yang berubah, Semuanya masih seperti sediakala

Kemudian engkau meneruskan perjalanan kehidupan

dan berdoa dengan harapan agar selamat sampai tujuan

Dengan bimbingan-Nya engkau tak pernah salah melangkah

Tak melihat yang terlarang, tak menjamah yang tak halal

Tak menyentuh yang bukan hak, dan tak mendengar yang batil

Sadar atau tidak setiap waktu yang terlewati

Pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti

dari semua liku-liku perjalanan kehidupan yang terlalui

Begitu juga seluruh panca Indera yang telah engkau miliki

akan berbicara apa adanya tanpa sedikit pun ditutup-tutupi

Setiap hari menangis dan memohon Ridha-Nya

tetapi setiap hari juga melakukakn kesalahan yang sama

Hari ini sibuk berbuat dosa, esok bersujud menyesal, meluluhkan air mata, menyusun kalimah doa, menganyam permohonan semoga Allah menghapuskannya

Sahabat, Jangan bertangguh lagi. Bisa saja sedetik kemudian

Kita tak lagi sempat memohon Ampun atas dosa yang telah kita  

lakukan

Lupakah kita bahwa waktu begitu cepat berlalu tanpa kita sadari?

Lupakah kita bahwa menyesal di akhirat sedikitpun tidak berarti?

Bagaimana Jika hari esok tak pernah datang?

Padahal seharian berenang dilautan dosa

Dan belum sempat meminta ampunan kepada-Nya

Bagaimana Jika mata ini tak terbuka setelah

sepanjang malam terlelap?

Bagaimana jika keriangan bersama keluarga semalam

adalah yang terakhir kalinya?

Ketika esok hari Roh itu

menangis bersedih melihat jasad yg terbujur kaku berselimut putih

Banyak manusia yang takut kepada Sang pencipta

setelah melihat dosa2 yang dilakukan orang lain.

Tetapi tidak melihat dosa2 yang dilakukan sendiri.

Siapa di antara kita yang kuat menahan malu,

andai tahu senarai kesalahan, kedurhakaan, kemaksiatan

dan pelanggaran yang telah dilakukan?

Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina

jika mengetahui catatan perilaku buruk yang sudah dilakukan?

Hidup yang kita lalui ini terlalu singkat.

Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan

dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta

Mari tadahkan tangan, kita sama-sama berdoa

Ya Allah, jadikan kedudukan batinku

lebih baik dari pada kedudukan lahirku

Aku berlindung dari menganggap diriku besar

tapi engkau menganggapku begitu kecil ya Ghoffar..

YA Allah

AKU BERLINDUNG DENGAN REDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU

AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI AZAB-MU”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s