Dia Tak Pantas Kau Tangisi (Sebuah pesan dr Ayah)

Sejauh jauhnya kita pergi, ke rumahlah kita berpulang. Disaat semua orang menjauh, hanya orang tualah yang terus mensupport kita. Dan bahkan saat ia lelah dengan semua permasalahan dunia, ia tetap berjuang demi anaknya.

Sebuah tausiyah bagi diriku, bagi jiwaku, bagi ragaku saat merasakan seolah dunia tidak adil, namun apa yg disampaikan ayah, menjadi suatu obat kala susah.

“Fa inna ma ‘al ‘usri yusraa”
karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah 94:6)

“Ya ALLAH besarnya ujian ini tapi katakan wahai ujian tahukah kamu betapa besarnya TUHAN saya dibanding kehadiranmu”

I love U Dad,……

***Berikut saya rangkum sebuah oase jiwa dr ayah saat diri berada di padang pasir yang tandus, saat diri berjuang dengan sebuah kata “Kehilangan”.

Ayah Berpesan :

“Agar kau tak patah hati, ayah sarankan agar kau berprinsip seperti ayah,
” bunga tidak setangkai kumbang tidak seekor, patah tumbuh hilang berganti.”

Bahwa kau harus menyadari bahwa sesuatu yang tidak bisa kau miliki maka sesuatu itu bukanlah yang terbaik untuk mu, maka syukurilah sesuatu yang hilang dari dirimu itu.”

Nak, seperti yang telah ayah tuliskan dulu :

“Jangan melihat wanita hanya karena wajah dan kelincahannya saja. Agar perkawinanmu langgeng, maka hendaklah kau mencari wanita dengan kualitas yang langgeng pula seperti intelegensia dan integritas, sesuatu yang kadang disebut kelas.

Jika perkawinanmu itu adalah perkawinan yang baik.
Maka ia akan bisa mengangkatmu ke puncak prestasi lebih dari seperti yang engkau bayangkan. Tak ada yang lebih berat daripada menyesuaikan diri dengan semangat seorang isteri yang baik, yang mencoba mengangkat harkat dan martabat suaminya di dunia ini.”

Inilah yang ayah maksud melihat wanita bukan kecantikannya saja,
akan tetapi intelegensia perlu kau pertimbangkan agar kau tidak mengawini wanita yang cantik tapi bodoh.

Selain itu perlu juga kau mengetahui integritas pasangan mu tersebut agar kau mengetahui sejauh mana kejujuran dan ketulusannya menerimamu.

Dan ketika ia tidak bisa menerimamu dengan apa adanya dirimu pada saat ini, namun kedepannya engkaupun harus merubah diri & trus berubah dalam proses menjadi baik. Karena jika kau hanya mau diterima dan menerima apa adanya tanpa perubahan itu namanya bodoh

Artinya dia tidak memiliki integritas yang mesti di miliki oleh setiap orang yang akan memasuki jenjang perkawinan

Apakah orang yang seperti ini pantas untuk kau tangisi?

Tidak nak, bahkan untuk mengenangnya saja sebenarnya tidak pantas, sebab ia yang tak bersedia untuk susah dan senang bersamamu artinya adalah orang yang tidak bersedia mencintaimu apapun dan siapapun dirimu.

Maka apa yang perlu kau susahkan?
Kau sebenarnya telah keluar sebagai pemenang nak, karena kau telah berani menantangnya untuk hidup bersamamu, meski ia tak sanggup hidup berjuang bersama denganmu.

Dan kalaupun kau ingin menangis, saran ayah, sebaiknya kau simpan ratapan mu untuk suatu hal lebih penting seperti ketika bermunajat pada Allah, atau ketika kau mengakui dosa-dosa mu di hadapan Allah dan meminta ampun pada-Nya. Hal ini lebih bermanfaat dan berpengaruh besar pada dirimu daripada meratapi orang yang tidak memikirkanmu.

Dan terakhir ayah ingatkan bahwa apapun yang terjadi denganmu dari hidup ini adalah untuk kau nikmati dan kau ambil hikmahnya, bukan untuk kau sesali dan ratapi.

Nak, ayah juga pernah patah hati.
Tapi setelah ayah renungkan perjalanan hidup ayah dari dulu sampai sekarang. Ayah menjadi sadar, memang dibalik semua peristiwa, terdapat b…anyak hikmah yang bisa kita petik. Terutama tentang wanita-wanita yang menjadi pujaan hati ayah dulu.
Mengapa ayah tidak jadi dengan mereka, apa kira-kira yang terjadi dalam kehidupan ayah seandainya ayah dengan mereka.
Mengapa bunda kalian yang menjadi jodoh ayah, semua itu tak lepas dari pikiran-pikiran ayah.

Setelah mengarungi hidup sekian tahun bersama bunda kalian, banyak hikmah yang bisa ayah petik terutama mengenai kepribadian ayah dan bunda yang saling bertolak belakang. Tapi itulah yang menyebabkan kehidupan kami menjadi lengkap.

Kalau ayah orangnya ceroboh, maka bunda kalian adalah orang jelimet.
Kalau ayah orangnya santai, maka bunda kalian orangnya serius.
Kalau bunda kalian mengajarkan ayah untuk serius dalam mengerjakan sesuatu maka ayah mengajarkan bunda kalian untuk santai dalam menghadapi sesuatu. Kalau bunda kalian selalu menghitung semua pengeluaran dan pemasukan, maka ayah mengajarkan bunda untuk sesekali bisa bersenang-senang dari penghasilan yang didapatkan.

Dengan demikian antara ayah dan bunda ada sikap saling menghormati dan menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dan yang lebih penting dari semua itu ayah tahu bunda kalian memilih ayah karena ia mau menerima ayah seperti apa adanya ayah.
Dan hanya itu yang kau butuhkan ketika menikahi seorang wanita.

Bahkan dalam diri ayah sering berucap syukur tidak jadi mengawini wanita yang ayah cintai dulu.

Mengapa? Apakah karena ia berwatak jelek? Tidak nak.
Apakah ia kurang cantik? Juga tidak.
Semuanya tidak, bahkan ia terlihat sangat sempurna di mata ayah.

Satu saja ayah rasakan kekurangan pada wanita-wanita itu, yaitu mereka tidak mau menerima ayah seperti apa adanya ayah.(MB)

*Sebuah pesan jiwa dr ayah

Iklan

2 thoughts on “Dia Tak Pantas Kau Tangisi (Sebuah pesan dr Ayah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s